• 25th March
    2014
  • 25
  • 25th March
    2014
  • 25
  • 25th March
    2014
  • 25
  • 25th March
    2014
  • 25
  • 25th March
    2014
  • 25
Semua orang berubah, semua orang berbeda, kadang kita perlu menyesuaikan, bukan ia yang semestinya terus mengertikan kita
Fauzan Arif (via fauzan-arif)
  • 25th March
    2014
  • 25
  • 24th March
    2014
  • 24
fauzan-arif:

Hai juga, maaf juga baru sempet dibls karena banyak banget inbox yang masuk, dan semuanya gak bisa di bls dengan cepat..Klo kamu tanya pendapat aku maka ini pendapat aku..Jika kamu menjadi minoritas di dalam mayoritas maka apa yang kamu rasakan skrg itulah godaannya, namun jika kamu sudah menjadi mayoritas, maka akan berbeda lagi rasanya, mungkin saja ada kebosanan, bahkan banyak yang dari mereka yang mayoritas kemudian ia memeutuskan untuk meninggalkan apa yang kebanyakan orang kerjakan, bergerak menjauh menjadi minoritas karena berbagai sebab..Jika Tuhan berkehendak apakah itu terbaik untuk hambanya?, tentu..Tak mungkin Tuhan memiliki rencana buruk kepada hambanya..Setiap episode hidup tentu memiliki makna, jika semua dibuat sama maka itu bukan hidup, itu seperti mesin yang hanya berjalan sesuai program, sama mesin sama program hanya itu saja..Tapi tidak, Tuhan tak melakukan itu..Tuhan memberi sebuah perbedaan dengan maksud agar manusia mencerna dengan anugrah pemikiran mereka..Maka kemudian manusia mulai membandingkan..Tapi itu bukan tujuan Tuhan, Tuhan berkehendak mereka belajar..Ketika mereka berfikir tentang sebuah hal yang tak ia dapatkan dari kebanyakan orang maka ia akan berfikir kenapa jalan hidupnya berbeda?, skenario seperti apa yang akan diberikan Tuhan?,Tentu saja seperti keyakinan ku pada agamaku (ISLAM), bahwa jalan hidup manusia sudah ditulis lengkap pada sebuah buku catatan di lauh mahfuz sana..Tentang semua, rezeki, jodoh, maut, teman-teman yang mendampingi, cobaan dan ujian..maka ketika saya memiliki keyakinan pada sebuah ajaran agama saya sendiri, sudah ada seseorang yang ditakdirkan untuk saya, waktu dan siapa dia itu tentu sebuah rahasia..Keyakinan itulah yang selalu diusahakan seorang yang beragama, seperti yakin akan maha pemurahnya ALLAH SWT maka ia giat bekerja, begitu pula dengan kita bila rindu pada seseorang yang kemudian kita sebut pasangan sehidup semati bernama jodoh, kita yakin ada, kapan itu dan siapa tentulah sesuai pribadi kita, ALLAH Tuhan semesta Alam memiliki banyak Lemari Loker dengan kepribadian yang berbeda-beda sesuai usaha kita memperbaiki diri, ALLAH sangat mampu memberi kita seseorang yang benar-benar kita butuhkan..Maka jelaslah bahwa perbedaan pada dirimu yang tak sama, namun merasa ingin untuk merasakan seperti mereka kebanyakan itu sesuatu yg lumrah..Namun bagiku jelas bahwa tak ada cacat pada ketentuan Tuhan bagi hambanya, kita kembalikan pada pribadi kita dan mensinergikan dengan keadaan sosial kita, lingkungan kita, sepatutnya sebuah keinginan perlu ditinjau kembali, yang indah tak mesti memberi tentram dan kedamaian, namun carilah kedamaian yang di ajarkan agama tentang sebuah norma yang Tuhan ajarkan kepada manusia, maka akan kita temukan keindahan yang menentramkan..Dan yang terakhir pendapat paling pribadi, bersabarlah pada ujian itu, bukankah benda yang berharga yang hanya dimiliki satu orang dan tak banyak dimiliki orang kebanyakan, juga bukan yang pernah berpindah dari satu orang ke orang lain?, Seperti halnya wanita, ia akan indah bila ditemukan oleh lelaki yang hanya benar-benar mencarinya dengan menampar debu jalanan, menghalau ujian kerikil mencari keberadaanmu, hingga menaiki perbukitan hanya ingin mencari sesuatu yang bersinar yang tak pernah dimiliki orang lain?, Maka ketika kamu ditemukan, Ia akan memolesmu dengan sangat hati-hati hingga lebih bersinar, maka jagalah yang ada dalam dirimu yang mampu menyinari orang-orang yang ada didekatmu, yang bersinar itu bernama ‘hati’..Sinar dalam hati mu yang akan menjadi ‘sinyal’ yang mampu membuatmu ditemukan oleh seseorang yang telah dipilihkan TUHAN..
NB : Sudah saya samarkan nama dan fotonya ^_^ Maaf..Semoga cukup mampu menjadi jawaban..

fauzan-arif:

Hai juga, maaf juga baru sempet dibls karena banyak banget inbox yang masuk, dan semuanya gak bisa di bls dengan cepat..

Klo kamu tanya pendapat aku maka ini pendapat aku..
Jika kamu menjadi minoritas di dalam mayoritas maka apa yang kamu rasakan skrg itulah godaannya, namun jika kamu sudah menjadi mayoritas, maka akan berbeda lagi rasanya, mungkin saja ada kebosanan, bahkan banyak yang dari mereka yang mayoritas kemudian ia memeutuskan untuk meninggalkan apa yang kebanyakan orang kerjakan, bergerak menjauh menjadi minoritas karena berbagai sebab..

Jika Tuhan berkehendak apakah itu terbaik untuk hambanya?, tentu..
Tak mungkin Tuhan memiliki rencana buruk kepada hambanya..
Setiap episode hidup tentu memiliki makna, jika semua dibuat sama maka itu bukan hidup, itu seperti mesin yang hanya berjalan sesuai program, sama mesin sama program hanya itu saja..
Tapi tidak, Tuhan tak melakukan itu..
Tuhan memberi sebuah perbedaan dengan maksud agar manusia mencerna dengan anugrah pemikiran mereka..

Maka kemudian manusia mulai membandingkan..
Tapi itu bukan tujuan Tuhan, Tuhan berkehendak mereka belajar..
Ketika mereka berfikir tentang sebuah hal yang tak ia dapatkan dari kebanyakan orang maka ia akan berfikir kenapa jalan hidupnya berbeda?, skenario seperti apa yang akan diberikan Tuhan?,
Tentu saja seperti keyakinan ku pada agamaku (ISLAM), bahwa jalan hidup manusia sudah ditulis lengkap pada sebuah buku catatan di lauh mahfuz sana..
Tentang semua, rezeki, jodoh, maut, teman-teman yang mendampingi, cobaan dan ujian..

maka ketika saya memiliki keyakinan pada sebuah ajaran agama saya sendiri, sudah ada seseorang yang ditakdirkan untuk saya, waktu dan siapa dia itu tentu sebuah rahasia..
Keyakinan itulah yang selalu diusahakan seorang yang beragama, seperti yakin akan maha pemurahnya ALLAH SWT maka ia giat bekerja, begitu pula dengan kita bila rindu pada seseorang yang kemudian kita sebut pasangan sehidup semati bernama jodoh, kita yakin ada, kapan itu dan siapa tentulah sesuai pribadi kita, ALLAH Tuhan semesta Alam memiliki banyak Lemari Loker dengan kepribadian yang berbeda-beda sesuai usaha kita memperbaiki diri, ALLAH sangat mampu memberi kita seseorang yang benar-benar kita butuhkan..

Maka jelaslah bahwa perbedaan pada dirimu yang tak sama, namun merasa ingin untuk merasakan seperti mereka kebanyakan itu sesuatu yg lumrah..
Namun bagiku jelas bahwa tak ada cacat pada ketentuan Tuhan bagi hambanya, kita kembalikan pada pribadi kita dan mensinergikan dengan keadaan sosial kita, lingkungan kita, sepatutnya sebuah keinginan perlu ditinjau kembali, yang indah tak mesti memberi tentram dan kedamaian, namun carilah kedamaian yang di ajarkan agama tentang sebuah norma yang Tuhan ajarkan kepada manusia, maka akan kita temukan keindahan yang menentramkan..

Dan yang terakhir pendapat paling pribadi, bersabarlah pada ujian itu, bukankah benda yang berharga yang hanya dimiliki satu orang dan tak banyak dimiliki orang kebanyakan, juga bukan yang pernah berpindah dari satu orang ke orang lain?, 
Seperti halnya wanita, ia akan indah bila ditemukan oleh lelaki yang hanya benar-benar mencarinya dengan menampar debu jalanan, menghalau ujian kerikil mencari keberadaanmu, hingga menaiki perbukitan hanya ingin mencari sesuatu yang bersinar yang tak pernah dimiliki orang lain?, 
Maka ketika kamu ditemukan, Ia akan memolesmu dengan sangat hati-hati hingga lebih bersinar, maka jagalah yang ada dalam dirimu yang mampu menyinari orang-orang yang ada didekatmu, yang bersinar itu bernama ‘hati’..

Sinar dalam hati mu yang akan menjadi ‘sinyal’ yang mampu membuatmu ditemukan oleh seseorang yang telah dipilihkan TUHAN..

NB : Sudah saya samarkan nama dan fotonya ^_^ Maaf..
Semoga cukup mampu menjadi jawaban..

  • 24th March
    2014
  • 24
Kamu, kamu jangan membiarkan dirimu berubah hanya karena orang lain melakukan kesalahan, karena hidup terus berjalan, bisa jadi suatu saat kamu yang sebaliknya berbuat salah dan dihadapkan pada keadaan yang sama
Fauzan Arif (via fauzan-arif)
  • 22nd March
    2014
  • 22
  • 22nd March
    2014
  • 22